Tingallah kenangan
Kepedulianmu hadir menjenguk
Selembar photo saja yang masih tersimpan
Sembumyi di balik laci meja
Itulah obatku
Ku lihat sesekali jika mengingatmu
Senyummu terukir manis
Di balik warna ungu bajumu
Dan aku pun ikut,
Dengan kemeja ungu kebangganku
Entah, apa yang masih terang
Ada janji yang belum terkabul,
Juga tak jelas
Aku sudah menunggu
Beberapa ahad
Di puncak tangga bersama tuan-tuan
Sebenarnya air terus mengalir
Aku mencari kabar di muka kawan
Biar jelas bahwa bulan masih terang
Engkau adalah bayanganku
Walau aku tahu kebenaranmu
Cermin-cermin berbicara
Aku hampa
Waktu pun beku
Mungkin wajahku
Tak setampan pilihanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar