Jumat, 24 Januari 2014

Selembar Photo


Tingallah kenangan
Kepedulianmu hadir menjenguk
Selembar photo saja yang masih tersimpan
Sembumyi di balik laci meja
Itulah obatku
Ku lihat sesekali jika mengingatmu
Senyummu terukir manis
Di balik warna ungu bajumu
Dan aku pun ikut,
Dengan kemeja ungu kebangganku
Entah, apa yang masih terang
Ada janji yang belum terkabul,
Juga tak jelas
Aku sudah menunggu
Beberapa ahad
Di puncak tangga bersama tuan-tuan
Sebenarnya air terus mengalir
Aku mencari kabar di muka kawan
Biar jelas bahwa bulan masih terang
Engkau adalah bayanganku
Walau aku tahu kebenaranmu
Cermin-cermin berbicara
Aku hampa
Waktu pun beku
Mungkin wajahku
Tak setampan pilihanmu

Minggu, 12 Januari 2014

Pengorbanan yang tak berarti


Kurelakan kedua sayap ini
untuk ku patahkan
hanya demi mencintaimu
namun tak sedikitpun
kau menghargai pengorbananku

Kini aku tak bisa terbang lagi
...
dengan kedua sayapku
untuk mencari dimana tulang rusukku
yang mampu menyangga
kisah kehidupan ini

Apa rasaku salah
ketika aku putuskan
tuk mematahkan sayapku
hanya untuk memintamu cinta

Namun dengan semua pengorbanan ini
sudah tak berarti lagi di matamu
kau hanya bisa menusukku
dengan keegoisanmu

Yang membunuh rasaku
hingga aku salah
dan terjerat bersama cintamu